Pengaruh Thinner Terhadap Hasil Pengecatan

Diperbarui: 9 Nov 2020

Tahukah anda bahwa untuk mengecat dinding atau permukaan lain, selain cat ada satu hal yang dibutuhkan lagi. Anda juga membutuhkan yang namanya thinner dalam mengecat dinding atau permukaan lain.


Idealnya, thinner digunakan untuk mengencerkan cat, baik cat untuk dinding, kayu dan besi dengan tingkat kekentalan cat yang berbeda-beda, penggunakan thinner juga berpengaruh dengan hasil pengecatan dan membantu agar cat bisa lebih cepat kering. Mari kita belajar bersama-sama untuk mengetahui seberapa besar pengaruh thinner dalam hasil pengecatan.


Pengecatan sendiri adalah suatu proses aplikasi cat dalam bentuk cairan pada sebuah obyek, untuk membuat lapisan tipis yang kemudian untuk memuat lapisan yang keras atau lapisan cat. Cat adalah suatu bahan dengan tujuan memperindah, memperkuat, serta melindung suatu obyek pengecatan cat akan mengalamin kerusakan seperti warna cat yang pudar, tergores bahkan catnya terkelupas, hal ini bisa terjadi akibat benturan atau umur cat yang sudah tua. Bagian cat yang mengalamin kerusakan sendiri bisa mengakibatkan berkurangnya nilai keindahan. Dan apabila yang dilapisi oleh cat adalah logam, korosi akan merusak logam karena rusaknya cat yang melapisi logam tersebut, oleh karena itu perbaikan pada cat juga perlu dilakukan. Perbaikan pada cat sendiri biasanya dilakukan dengan cara mengecat kembali bagian yang mengalami kerusakan saja atau mengecat ulang seluruh bagian yang dilapisi oleh cat.


Pengecatan ulang pada otomotif sendiri sering kita jumpai, berbagai macam alasan dilakukan pengecatan ulang pada kendaraan tersebut, seperti pemiliknya menginginkan warna lain pada kendaraan tersebut atau kendaraan yang catnya tergores, pudar bahkan terkelupas. Dengan melakukan pengecatan ulang ini pemilik berharap kendaraannya lebih bagus dari sebelumnya, untuk itu hasil pengecatan yang bagus merupakan harapan dari pemilik kendaraan. Pelekatan cat kepermukaan dapat dilakukan dengan banyak cara, diusapkan (wiping), dilumurkan, dikuas, disemprotkan (spray), dicelupkan (dipping) atau dengan cara yang lain (Susyanto, 2009).


Pelekatan cat dengan cara di semprotkan atau spray merupakan pelekatan cat yang paling banyak dijumpai di bengkel-bengkel pengecatan otomotif, selain itu pelekatan cat dengan cara disemprotkan lebih mudah dalam penyesuaian bidang yang akan dilakukan pengecatan, hasilnya juga bagus apabila dilakukan dengan benar. Dalam melakukan pengecatan dengan cara di semprotkan manual sendiri ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi hasil pengecatan seperti, sudut spray gun pada permukaan benda kerja, jarak pengecatan, over lapping dan kemampuan orang yang melakukan pengecatan. Selain hal-hal tersebut, ada hal lain yang juga sangat mempengaruhi hasil dalam pengecatan yaitu campuran cat dan thinner yang dipakai dalam proses pengecatan. Cat biasanya dilarutkan dengan thinner, agar mudah digunakan. Salah satu hal penting yang mempengaruhi kualitas hasil pengecatan adalah proses pencampuran cat dengan thinner yang dilakukan dengan angka perbandingan serta metode yang tepat (Nico Johansyah Habibie, 2014).


Jenis thinner yang ada di pasaran sendiri dibagi beberapa jenis, berdasarkan dengan karakter thinner itu sendiri dapat digolongkan seperti Thinner Normal, thinner Slow dan Extra Slow. Sedangkan kalau dibedakan dari jenis kandungannya, thinner yang banyak digunakan pada bengkel pengecatan otomotif yaitu thinner NC atau DUCO (Nitrocellulose) dan thinner PU (Polyurethane).


Semua jenis thinner sendiri dapat digunakan untuk melarutkan semua jenis cat, meskipun cat tersebut memiliki kandungan yang berbeda dengan jenis thinner yang digunakan. Dan tidak menutup kemungkinan konsumen mencampur thinner yang berbeda jenis dengan cat yang digunakan dalam proses pengecatan untuk mengurangi biaya pengecatan ataupun untuk menghasilkan pengecatan yang lebih bagus.


Thinner adalah salah satu komponen penunjang dalam pengecatan, terutama cat yang berbahan dasar solvent (solvent base). Thinner sendiri merupakan zat kimia yang mudah menguap dan mudah terbakar. Thinner memiliki fisik cair, bening dan aromanya agak menyengat. Bahan kimia ini sering digunakan pada perusahaan manufaktur. Thinner berfungsi sebagai pengencer cat dan mempermudah aplikasi cat.


Kalau cat terlalu kental tentu kita akan sangat sulit mengaplikasikannya, terutama cat semprot. Sebagai contoh berikut: Untuk mengecat mobil merk A dibutuhkan thinner sebanyak 40% dari volume cat. Apabila penambahan thinner kurang dari 40% akan dihasilkan cat seperti kulit jeruk (orange peel). Tapi bila penambahannya thinner lebih dari 40% akan mengakibatkan hasil pengecatan meleleh (sagging). Kalau sudah terjadi seperti ini langkah yang harus dilakukan adalah mengamplasnya dan menimpa dengan cat lagi (perbandingan ampuran sesuai rekomendasi produsen). Jadi penting sekali untuk mengetahui perbandingan thinner yang akan dicampurakan ke dalam cat.


 

The Effect of Thinner on Painting Results


Did you know that to paint a wall or other surface, besides paint there is one more thing that is needed. You also need something called thinner in painting walls or other surfaces.


Ideally, thinner is used to thin paint, both paint for walls, wood and metal with different paint viscosity levels, using thinner also affects the painting result and helps paint dry faster. Let's study together to find out how much influence thinner has on the painting result.


Painting itself is a process of applying paint in the form of a liquid to an object, to make a thin layer which is then used to load a hard layer or paint layer. Paint is a material with the aim of beautifying, strengthening, and protecting an object. The paint will experience damage, such as faded paint color, scratches and even peeling off, this can occur due to collisions or old paint. Parts of the paint that suffer self-damage can result in reduced aesthetic value. And if metal is coated with paint, corrosion will damage the metal due to the damage to the paint coating the metal, therefore repairs to the paint also need to be done. Repairs to the paint itself are usually done by repainting only the damaged part or repainting all the parts covered with paint.


We often encounter repainting of the automotive itself, various reasons for repainting the vehicle, such as the owner wanting another color on the vehicle or a vehicle whose paint is scratched, faded and even peeled off. By repainting this, the owner hopes the vehicle will be better than before, for that a good painting result is the hope of the vehicle owner. Adhesion of paint to the surface can be done in many ways, wiped, smeared, brushed, sprayed, dipped or in other ways (Susyanto, 2009).


Adhesion of paint by spraying or spraying is the most common paint adhesion found in automotive painting workshops. In addition, the adhesion of paint by spraying is easier in adjusting the area to be painted, the results are also good if done correctly. In doing painting by manual spraying itself, there are many factors that can affect the results of the painting, such as the angle of the spray gun on the workpiece surface, painting distance, over lapping and the ability of the person doing the painting. Apart from these things, there are other things that also greatly affect the result in painting, namely the mixture of paint and thinner used in the painting process. Paints are usually diluted with thinner, so they are easy to use. One of the important things that affects the quality of the painting results is the process of mixing paint with thinner which is carried out with the right ratio and method (Nico Johansyah Habibie, 2014).


The types of thinners on the market are divided into several types, based on the character of the thinner itself, it can be classified as Thinner Normal, thinner Slow and Extra Slow. Meanwhile, when distinguished from the type of content, the thinner that is widely used in automotive painting workshops is the NC or DUCO (Nitrocellulose) thinner and the PU (Polyurethane) thinner.


All types of thinner themselves can be used to dissolve all types of paint, even though the paint has a different content with the type of thinner used. And it is possible for consumers to mix different types of thinner with the paint used in the painting process to reduce painting costs or to produce a better painting.


Thinner is one of the supporting components in painting, especially paint based on solvent (solvent base). Thinner itself is a chemical substance that is volatile and flammable. Thinner has a liquid physical, clear and slightly pungent aroma. This chemical is often used in manufacturing companies. Thinner acts as a paint thinner and makes paint application easier.


If the paint is too thick, of course we will find it very difficult to apply, especially spray paint. For example: To paint a car with brand A, a thinner of 40% of the volume of paint is needed. If the addition of thinner is less than 40%, paint will produce such as orange peel. But if the addition of thinner more than 40% will result in the painting melt (sagging). If this happens, the step that must be done is to sand it and overwrite it with paint again (the ratio of mixtures is according to the manufacturer's recommendation). So it is very important to know the ratio of thinner that will be mixed into the paint.


#plitur #peliturkayu #pliturkayu #solvent #thinner #kimia #kimiaindustri #jualkimia #jualsolvent #jualthinner #kimiasurabaya #kimiasidoarjo #sepatu #sandal #vulkanisir #printing #percetakan #sirlak #pengencersirlak #pengencerdamar



75 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua