top of page

Mengenal Tentang Pelarut Etil Asetat (EA)

Diperbarui: 7 Des 2023

Etil asetat atau yang sering disebut ethyl acetate dalam nama dagang, mempunyai rumus molekul yaitu (CH3COOCH2CH3) atau (C4H8O2) dengan berat molekul 88.106 g/mol. Etil asetat adalah pelarut yang cukup polar yang memiliki keuntungan sebagai volatile, relative tidak beracun, fan tidak higroskopis. Etil asetat umumnya dibuat melalui proses esterifikasi etanol dan asam asetat.


Sifat fisik etil asetat

ini menunjukkan sifat fisik berikut :

· Cairan tidk berwarna

· Memiliki bau buah seperti eter

· Titik lelahnya adalah -83,6 ℃

· Titik didihnya adalah 77,1 ℃


Sifat kimia etil asetat

Beberapa sifat kimia etil asetat tercantum di bawah ini :

· Hidrolisi : jika bereaksi dengan air etil asetat menghasilkan etanol dan asam asetat.

· Reaksi dengan natrium hidroksida : ketika asetat bereaksi dengan natrium hidroksida, menghasilkan natrium asetat dan etanol.

· Reaksi kondensasi: etil asetat menunjukkan rekasi kondensasi claisen dan menghasilkan etil asetoasetat.


Pemilihan proses

Macam-macam proses produksi etil asetat yaitu :

1. Esterifikasi

Proses esterifikasi merupakan proses yang umum digunakan antara asam setat dan etanol yang menggunakan katalis asam sulfat. Reaksi yang terjadi adalah rekasi reversible, dimana konversi dari etil asetat sebasar 65%. Untuk meningkatkan yield, pembentukan air harus diminimkan.

2. Tischenco

Proses ini merupakan produksi etil asetat secara komersial dengan mengubah etanol menjadi asetaldehid mengunakan katalis aluminum alkoxide. Yield pada proses ini sebesar 61%.

3. Sintesis etil asetat dari etilena dan asam asetat

Etil asetat dapat disintetis dari etilen dan asam aseteta mengunakan katalis asam padat, misalnya zeolitet. Pada reaksi ini, tidak terbnetuk produk samping sehingga dapat meminimalkan energy untuk proses permurnian produk.


Langkah proses

secara umum langkah-langkah proses pembentukan etil asetat dari etanol dengan asam asetat dapat menjadi 3 langkah, yaitu:

1. Tahap penyiapan bahan baku

Etanol dalam kondisi cair yang disimpan pada tangki pada suhu 32℃ dan tekanan 1 atm diumpankan bersama dengan produk atas menara distilasi ke reactor yang sebelumnya dilewatkan pada heater untuk dinaikan suhunya menjadi 70℃. Asam asetat dalam kondisi cair yang disimpan pada tangki dialirkan bersama prdouk bawah menari distilasi menuju mixer. Selanjutnya dilewatkan pada heater untuk dinaikan suhunya menjadi 70℃ sebelumnya masuk reactor. Pada pembuatan etil asetat ini digunakan perbandingan antara asam asetat dengan etanol sebesar 1.375 kg : 1.240 kg.

2. Tahap esterifikasi

Asam asetat dan etanol direaksikan dengan katalis asam sulfat di dalam reactor pada suhu 70℃ dan tekanan 1 atm. Reaksi berlangsung di dalam reactor alir tangki berpengaduk pada fase cair, kondisi nonadiabatis, isothermal dan eksotermis. Reaksi esterifikasi terjadi dalam 2 buah reactor yang disusun secara seri dimana koversinya berturut-turut sebesar 45,69%, dan 65%. Produk keluar dari reactor dan diumpankan menuju menara distilasi.

3. Tahap pemisahan dan permurnian produk

Produk keluar reactor dilewatkan pada heater untuk dinaikan suhunya dari 70℃ menjadi 88,96℃ dan selanjutnya diumpankan menuju menara distilasi untuk memisahkan produk dari asam sulfat dan asam asetat. Asam sulfat dan sebagai hasil bawah menara distilasi kemudian di recycle ke reactor yang sebelumnya dialirkan melalui mixer. Produk atas menara distilasi yang berisi etil asetat, air, dan sedikit asam asetat diumpankan menuju ke menara distilasi. Produk atasnya yaitu etil asetat, etanol, air dan asam asetat didinginkan dalam cooler menjadi 34,36℃. Selanjutnya, bila bahan-bahan tersebut telah dingin dialirkan ke mixer. Di dalam mixer ini, campuran dilakukan dengan menambahkan air di dalamnya. Dari mixer, dialirkan ke decanter sehingga terbentuk 2 lapisan. Untuk hasil bagian atas berupa etil asetat, sedikit air, dan sedikit etanol. Sedangkan, hasil bagian bawahnya berupa campuran etanol, air, dan sedikit etil asetat. Hasil bawah kemudian dilewatkan heater sebelum diumpankan ke menara distilasi, dengan etanol sebagai produk atas direcycle ke reactor. Produk yang bawah yang terdiri dari air dan sedikit etanol dibuang. Hasil atas decanter yang terdiri dari etil asetat, sedikit etanol dan sedikit air diumpankan ke dalam menara distilasi setelah dinaikan suhunya dalam heater. Pada menara distilasi ini diperoleh etil asetat dengan kemurnian 99%. Impuritasnya terdiri dari 0,7% etanol dan 0,3% air. Produk ini kemudian disimpan di tangki setelah dindingkan dalam cooler.


EA (Ethyl Acetate) merupakan pelarut industry dan organic yang digunakan dalam berbagai aplikasi, dalam mencakup pernis, bahan perawatan mobil, dan industry perhotelan.

  • Ethyl acetate digunakan untuk berbagai macam reaksi kimia.

  • Sering disebut sebagai penghapus cat non-aceton.

  • Pelarut untuk enamel, lak, dry cleaning dan pernis.

  • Sebagai pelarut yang dapat menghilangkan noda, lemak, cat kuku dan lapisan dasar pada menikur.

Kami menyediakan Etil Asetat dalam kemasan jerigen dan drum.

Pertanyaan lebih lanjut silahkan WhatsApp 081232309997


Semoga artikel ini membantu!

11 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page