Kesalahan Umum Saat Melakukan Pengecatan

Manusia sering kali melakukan kesalahan. Seseorang harus mau lebih dahulu mencoba untuk segala sesuatu, terluka, membuat beberapa kesalahan, serta mampu datang dengan cara-cara yang baru guna melakukan pekerjaan yang lebih baik dari sebelumnya. Trial and Error – biasa orang-orang menyebutnya. Sama halnya dengan rumah, tanpa disadari banyak kesalahan yang terjadi diluar sepengetahuan kita. Seperti saat kita mengerjakan eksterior rumah seperti pengecatan dinding.


Artikel ini akan membawa kita mengetahui tentang cara efektif mengecat eksterior rumah. Orang-orang sebelum kita tentu pernah melakukan kesalahan dalam mengecat dinding rumah. Agar tidak terulang kembali pada kita, cari tahu apa saja kesalahan yang sering dilakukan orang-orang dalam pengecatan eksterior rumah. Berikut ini ada 8 kesalahan yang sering dialami dalam melakukan pengecatan, baca dengan teliti agar tidak lagi kesalahan itu terjadi pada kita.


Memilih Alat Seadanya

Setelah menghabiskan banyak uang untuk membeli cat, banyak orang cenderung akan membeli peralatan cat seperti kuas ataupun rol dengan harga yang murah untuk menghemat biaya. Namun, untuk mendapatkan hasil yang tampak professional seharusnya pilih alat-alat cat dengan kualitas yang baik. Hal ini dikarenakan kebutuhan kita dalam melakukan pengecatan tidak hanya dilakukan sekali saja.


Memilih Bahan Pengecatan Dengan Kualitas Kurang Bagus

Jika melakukan pengecatan pastikan bahan yang digunakan menggunakan bahan yang berkualitas tinggi seperti cat dan pelarut (thinner). Kami hanya menyediakan Thinner dengan kualitas terbaik. Bahan-bahan yang kami gunakan adalah bahan-bahan import.

Thinner yang tersedia seperti Thinner A, Thinner A Special, Thinner B, dan lain-lain.


Persiapan Dasar yang Tidak Diperhatikan

Ketika akan memulai untuk mengecat, pastikan untuk dibersihkan terlebih dahulu dinding atau objek apapun yang akan di cat. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari jamur dan hasil cat yang berantakan. Dan jika perlu amplas cat yang sebelumnya hingga terkelupas. Jangan memulai pengecatan apabila tembok masih dalam kondisi basah, kotor, terkelupas, ataupun retak.


Melewatkan Pemasangan Plester pada Bagian Bawah

Bagi sebagian orang mungkin tembok bagian bawah tidaklah terlalu penting, semua itu salah. Karena bagian bawah tembok harus dicat dengan rapi, sehingga perlu diberi plester untuk menghindari tetesan cat yang membuat hasil akhir dari cat tidak terlihat rapi. Seorang pekerja yang memperhatikan detail hal sekecil apapun, maka ia adalah pekerja yang hebat dan terlihat professional.


Membiarkan Sekitaran Dinding yang Akan Dicat tidak Terlindungi

Kebiasaan orang-orang saat mengecat adalah mengabaikan sekitar ruangan dekat dinding yang akan dicat. Cat adalah benda cair, yang besar kemungkinan akan meninggalkan noda diberbagai tempat dan benda apabila terkena cipratannya. Bahkan saat baru mulai awal membuka kaleng saja, cat bisa terciprat kemana-mana. Sebisa mungkin pindahkan seluruh furniture ke tempat yang lebih jauh dari tempat akan dilakukan pengecatan. Lepaskan juga seluruh hiasan yang menempel di dinding, kemudian tutupi seluruh lantai dengan kain atau kertas lama yang sudah tidak berfungsi. Dengan begitu, tidak akan lagi bekerja dua kali untuk membersihkan lantai, furniture dan hiasan dinding yang tekena percikan cat.


Mengecat Tanpa Dilapisi Cat Primer

Untuk menghasilkan warna cat yang sesuai dengan keinginan kita dan memperoleh hasil sesuai ekspektasi, jangan pernah melewatkan cat primer atau cat dasar yang biasanya berupa varnish atau cat yang berwarna putih. Cat primer memiliki fungsi sebagai lapisan awal sebelum cat tembok yang berwarna. Hal tersebut untuk mempersiapkan permukaan dinding agar cat lebih mudah menempel dan juga memastikan warna cat akan tampak lebih bersinar


Mencelupkan Seluruh Bagian Kuas

Bagian satu ini adalah kesalahan yang paling banyak dilakukan saat melakukan pengecatan. Tidak seharusnya kuas dicelupkan seluruhnya ke dalam cat, melainkan cukup dibagian ujung kuas saja atau satu pertiga dari tinggi kuas tersebut. Karena cat yang menempel pada kuas, nantinya akan cepat mengering dan sulit untuk dibersihkan. Selain itu, dengan kita menghindari mencelupkan seluruh bagian kuas ke cat akan menghemat 2 hal. Yakni cat tidak akan menetes disembarang tempat, serta dapat menghemat cat dan tidak boros.


Menerapkan Cat Lapisan Kedua Terlalu Cepat

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa sebelum menggunakan cat utama, terlebih dahulu gunakan cat primer atau cat dasar. Oleh sebab itu, tunggulah cat primer sampai benar-benar kering sebelum menambahkan cat utama pada lapisan kedua. Periksa pada kaleng cat untuk mengetahui berapa lama harus menunggu cat primer kering. Jika tidak yakin atau masih ragu tunggulah hingga 24 jam, agar cat primer benar-benar mengering.


Membiarkan Sisa Cat Begitu Saja

Poin terakhir kali ini juga termasuk kesalahan yang paling sering dilakukan. Setelah menuangkan sebagian cat pada wadah plastik, jangan lupa untuk menutup kaleng cat terlebih dahulu agar cat dalam kaleng tidak mengering begitu saja, yang nantinya tidak dapat digunakan kembali. Ada cara agar cat benar-benar terjaga secara efektif. Untuk cat tembok sebaiknya tutp dengan plastik terlebih dahulu pada bagian atas kaleng baru kemudian tutup rapat menggunakan tutup kalengnya. Dan untuk cat minyak, tambahkan setengah inci air ke permukaan cat sebelum akhirnya ditutup. Hal ini akan membuat kualitas cat sisa dapat bertahan lama.


Itulah delapan kesalahan yang sering dilakukan seseorang dalam melakukan pengecatan, jangan sampai kesalahan tersebut terulang kembali pada kita saat akan mengecat tembok rumah. Selamat mencoba dan semoga hasil akhir dari pengecatan rumah sesuai dengan ekspektasi kita.

7 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua