Kegunaan Thinner pada Proses Vulkanisir Ban

Dalam dunia otomatif, ban merupakan salah satu hal yang penting. Terkadang ban yang sudah tidak layak pakai bisa diakali tanpa harus membeli ban yang baru. Hal ini disebut prose vulaknisir ban. Proses vulkanisir ban tergolong lebih murah ketimbang harus membeli ban yang baru.


Vulkanisirban adalah ban yang dibuat dengan membuang sisa karet dan menambahkannya kembali.


Vulkanisir ban memilik dua jenis yaitu vulkanisir panas dan dingin. Pada prosesnya vulkanisir ini akan dilakukan penambahan lapisan luar ban dan direkatkan kembali lalu dipanaskan. Perbedaan jenis panas dan dingin nantinya ditentukan dari tingkat suhunya. Simak penjelasan di bawah ini.


a. Proses Vulkanisir Ban Panas

Pada proses ini casing ban yang telah dibersihkan ditempel dengan karet compound (karet dalam bentuk setengah jadi, belum memiliki pola) kemudian dimasukkan ke dalam mesin cetakan (mold). Ban yang sudah ditempel dengan karet compound kemudian ditekan ke mold melalui tekanan dari dalam ban dengan temperatur dan waktu tertentu. Sampai karet compound tersebut menjadi matang dan mengeras lalu membentuk pola yang sesuai dengan pola yang terdapat pada cetakannya.


b. Proses Vulkanisir Ban Dingin

Pada proses ini casing ban yang telah dibersihkan ditempel dengan tread rubber (karet jadi dan sudah memiliki pola) dengan bantuan cushion gum (lapisan perekat). Ban tersebut kemudian diisi dengan ban dalam dan dibungkus dengan envelope (pembungkus khusus) kemudian dimasukkan ke dalam chamber (mesin pemanas). Ban kemudian ditekan dua arah, yaitu dari dalam dengan bantuan ban dalam dan dari luar dengan menggunakan envelope dan juga dipanaskan dengan chamber. Akibat dari tekanan dan panas tersebut cushion gum yang berada di antara casing dan tread rubber mengalami vulkanisasi dan menyatukan semua elemen tadi (casing, gum, tread) menjadi satu.

Vulkanisir dingin dalam prosesnya menggunakan temperatur yang lebih rendah dan rubber (tapak ban) yang digunakan merupakan barang jadi. Dengan begitu, kualitas rubber yang digunakan lebih terjamin dan masa pakai cenderung lebih lama. Vulkanisir panas menggunakan temperatur 150-160 derajat Celsius dan vulkanisir dingin menggunakan temperatur 100-112 derajat Celsius.


Keuntungan vulkanisir dingin, ban yang telah aus masih bisa diproses ulang dua hingga tiga kali vulkanisir. Namun, ban yang masih bisa divulkanisir dua hingga tiga kali sangat bergantung pada kondisi casing dan mutu ban itu sendiri. Sementara vukanisir panas memiliki kecenderungan hanya bisa diproses vulkanisir satu kali. Penyebabnya, vulkanisir panas dalam prosesnya menggunakan temperatur 150-160 derajat Celsius menyebabkan casing rusak.


Nah lalu dari penjelasan di atas apakah kegunaan thinner dalam proses vulkanisir ban?

Thinner / bahan kimia yang digunakan untuk proses vulkanisir ban adalah SBP. SBP (Special Boiling Point) adalah bahan kimia yang dapat melarutkan, mendispersikan atau mengekstrak material lain tanpa mengubah struktur kimianya.

SBP ini pada proses vulkanisir akan sangat berfungsi guna melakukan proses preparasi larutan untuk ban serta untuk bahan adhesive juga tread pada karet ban saat akan di vulkanisir. Untuk mendapatkan hasil vulkanisir yang lebih berkualitas dibutuhkan Thinner SBP yang berkualitas pula. Di tempat kami tersedia thinner SBP yang berkualitas dan dapatkan dengan harga yang menarik. Informasi dan pemesanan thinner SBP CV. Tando Jaya melalui laman chat pada website ini atau media sosiakl kami yang sudah tercantum.

Untuk info lebih lanjut: Hubungi Kami


 

Use of Thinner in Tire Retreading Process


In the world of automation, tires are one of the most important things. Sometimes tires that are no longer suitable for use can be tricked without having to buy new tires. This is called a tire vulcanization process. The retreading process is cheaper than buying new tires.


Retreads are tires made by removing excess rubber and adding it back.


There are two types of tire retreading, namely hot and cold retreads. In the retreading process, the outer layer of the tire will be added and glued back and then heated. The difference between hot and cold is determined by the temperature level. Check out the explanation below.


a. Hot Tire Retreading Process

In this process, the cleaned tire casing is affixed with a rubber compound (semi-finished rubber, does not yet have a pattern) then it is put into the mold machine. The tires that have been affixed with compound rubber are then pressed to the mold through the pressure from the inside of the tires with a certain temperature and time. Until the rubber compound matures and hardens then forms a pattern that matches the pattern found on the mold.


b. Cold Tire Retreading Process

In this process, the cleaned tire casing is affixed with tread rubber (finished rubber and already has a pattern) with the help of a cushion gum (adhesive layer). The tires are then filled with inner tubes and wrapped with envelopes (special wrapping) and then inserted into the chamber (heating machine). The tires are then pressed in two directions, namely from the inside with the help of the inner tube and from the outside using an envelope and also heated by the chamber. As a result of the pressure and heat, the cushion gum between the casing and the tread rubber experiences vulcanization and unites all the elements (casing, gum, tread) into one.

Cold retreads in the process use a lower temperature and the rubber (tire tread) used is a finished product. That way, the quality of the rubber used is more guaranteed and the service life tends to be longer. Hot retreads use temperatures of 150-160 degrees Celsius and cold retreads use temperatures of 100-112 degrees Celsius.


The advantage of cold retreads is that tires that are worn out can still be reprocessed two to three times. However, a tire that can still be retread two to three times really depends on the condition of the casing and the quality of the tire itself. Meanwhile, hot vulcanizing tends to be processed only once. This is because heat retreads in the process using a temperature of 150-160 degrees Celsius causes the casing to be damaged.


So then from the explanation above, what is the use of thinner in the tire retreading process?

The thinner / chemical used for the tire retreading process is SBP. SBP (Special Boiling Point) is a chemical that can dissolve, disperse or extract other materials without changing their chemical structure.

SBP in the retreading process will be very useful to carry out the process of preparing solutions for tires and for adhesive materials as well as tread on the tire rubber when it is retreaded. To get better quality retreads, a quality thinner SBP is needed. In our place available quality SBP thinner and get it at an attractive price. Information and ordering thinner SBP CV. Tando Jaya via the chat page on this website or our listed social media.

For more info: Contact Us


14 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua