Karet dan Kegunaannya

a. Definisi

Karet adalah tanaman perkebunan tahunan berupa pohon batang lurus. Pohon karet pertama kali hanya tumbuh di Brasil, Amerika Selatan, namun setelah percobaan berkali-kali oleh Henry Wickham, pohon ini berhasil dikembangkan di Asia Tenggara, di mana sekarang ini tanaman ini banyak dikembangkan sehingga sampai sekarang Asia merupakan sumber karet alami. Di Indonesia, Malaysia dan Singapura tanaman karet mulai dicoba dibudidayakan pada tahun 1876.

Tanaman karet pertama di Indonesia ditanam di Kebun Raya Bogor Sumber utama karet adalah pohon karet Hevea brasiliensis (Euphorbiaceae). Untuk mendapatkan karet alam, dilakukan penyadapan terhadap batang pohon tanaman karet hingga dihasilkan getah kekuning-kuningan yang disebut dengan lateks.

Lateks merupakan cairan atau sitoplasma yang berisi ±30% partikel karet. Pada tanaman karet, lateks dibentuk dan terakumulasi dalam sel-sel pembuluh lateks yang tersusun pada setiap jaringan bagian tanaman, seperti pada bagian batang dan daun. Penyadapan lateks dapat dilakukan dengan mengiris sebagian dari kulit batang. Penyadapan ini harus dilakukan secara hati-hati karena kesalahan dalam penyadapan dapat membahayakan bahkan mematikan pohon karet.

Produk dari penggumpalan lateks selanjutnya diolah untuk penghasilkan lembaran karet (sheet), bongkahan (kotak), atau karet remah (crumb rubber) yang merupakan bahan baku industri karet.

Dalam dunia industry dikenal dua jenis karet yang paling popular, yaitu karet alam dan karet sintesis.

Karet alam sendiri merupakan karet yang telah dilakukan penyadapan pada tanaman karet seperti yang sudah dijelaskan sebeleumnya.

Sedangkan karet sintesis adalah karet yang terbuat dari jenis elastomer buatan yang dihasilkan melalui disintesis produk sampingan minyak bumi. Karet sintesis dibuat semenjak permintaan karet tidak mampu lagi memenuhi bahan baku, sehingga diciptakanlah karet sintesis. Seiring berjalannya waktu, karet sintesis semakin banyak diminati namun karet alam pun tidak tergantikan.

b. Kekurangan dan Kelebihan Karet

Berikut merupakan kekurangan dan kelebihan karet alam dan karet sintesis.

Kelebihan karet alam sebagai berikut:

- Karet alam memiliki daya elastis atau daya lenting yang sempurna

- Karet alam memiliki plastisitas yang lebih baik sehingga menyebabkan karet alam lebih mudah.

- Karet alam mempunyai daya aus yang lebih tinggi ketimbang karet sintesis.

- Karet alam memiliki sifat tidak mudah panas atau biasa dikenal dengan istilah low heat build up.

- Karet alam juga memiliki sifat yang tahan terhadap keretakan atau biasa disebut dengan groove cracking resistance.

- Merupakan jenis karet terbaik dari segi kimia dan segi bisnisnya.

Kekurangan karet alam sebagai berikut:

- Karet alam tidak stabil. Baik dari sebgi harga maupun ketersediaannya. Harga karet alam yang itdak stabil menjadi salah satu alas dan mengapa karet alam mengalami penurunan peminat, baik itu dari segi pengadaan perkebunan maupun penggunaannya di dalam industry.

- Tidak tahan terhadap suatu reagen tertentu

- Tidak tahan abrasi


Kelebihan Karet Sintesis sebagai berikut:

- Bisa dibuat sesuai spesifikasi yang diinginkan

- Karet sintesis memiliki tingkat kelengketan yang tinggi yang beraarti bahwa karet sintesis dapat menempel dengan baik di banyak permukaan.

- Harga yang lebih terjangkau

- Mudah ditemukan

- Lebih fleksibel dan lembut.

- Lebih hemat. Produksi karet sintesis lebih cepat sehingga mengurangi biaya produksi

- Tahan terhadap reagen

- Tahan abrasi

Kekurangan Karet Sintesis sebagai berikut:

- Karet sintesis kurang cocok terhadap paparan sinar UV

- Sifat plastisitas yang dimiliki cukup rendah.



c. Thinner dan Karet

Dalam pengolahan karet, SBP (Special Boiling Point) berguna sebagai komponen dalam preparasi pengolahan karet menjadi barang – barang yang dibutuhkan. Misalnya pembuatan ban karet untuk kendaraan. Baik karet alam maupun karet sintesis, saat pengolahannya untuk membuat karet menjadi barang maka dibutuhkan Thinner SBP (Special Boiling Point) yang memiliki kualitas baik. Anda bisa mendapatkan thinner SBP dengan kualitas baik dan harga terjangkau di CV. Tando Jaya. Thinner SBP yang disediakan CV. Tando Jaya sudah melaui proses yang baik sehingga memiliki kualitas yang baik pula. Untuk informasi dan pemesanan SBP, anda dapat menghubungi kami CV. Tando Jaya melalui laman chat website ini atau media social yang sudah kami cantumkan. Segera pesan Thinner SBP di tempat kami, dapatkan promo dan harga menarik dari kami.


d. Karet dalam kehidupan sehari-hari

Karet sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari – hari. Umumnya karet banyak digunakan dalam industri berbagai macam barang – barang. Umumnya barang/alat yang dibuat dari karet sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari hari, seperti:

- Ban motor/ mobil

- Tikar lantai

- Perabotan rumah

- Sol sepatu

- Segel karet

- Insulasi listri

- Pelapis tangki

- Pipa karet

- Pembungkus kabel

- Sabuk pengangkut

- Sabuk celana

- Ikat rambut

- Ketapel

- Aksesoris olahraga

Dan masih banyak lainnya.


 

Rubber and Its Usage


a. Definition

Rubber is an annual plantation crop in the form of a straight tree. The rubber tree was first grown only in Brazil, South America, but after repeated experiments by Henry Wickham, this tree was successfully developed in Southeast Asia, where now this plant is widely developed so that until now Asia is a natural source of rubber. In Indonesia, Malaysia and Singapore, rubber plants were cultivated in 1876.

The first rubber plants in Indonesia were planted in the Bogor Botanical Gardens. The main source of rubber is the Hevea brasiliensis (Euphorbiaceae) rubber tree. To obtain natural rubber, rubber trees are tapped to produce a yellowish sap called latex.

Latex is a liquid or cytoplasm which contains ± 30% rubber particles. In rubber plants, latex is formed and accumulates in latex vessel cells which are arranged in every tissue of plant parts, such as in the stems and leaves. Latex tapping can be done by slicing a portion of the bark. This tapping must be done carefully because mistakes in tapping can endanger or even kill rubber trees.

The product from latex clumping is then processed to produce rubber sheets, blocks, or crumb rubber, which is the raw material for the rubber industry.

In the industrial world, there are two types of rubber that are most popular, namely natural rubber and synthetic rubber.

Natural rubber itself is rubber that has been tapped on rubber plants as explained earlier.

Meanwhile, synthetic rubber is rubber made from a type of artificial elastomer which is produced by synthesizing petroleum by-products. Synthetic rubber is made since the demand for rubber is no longer able to meet the raw materials, so synthetic rubber is created. Over time, synthetic rubber is increasingly in demand, but natural rubber is also irreplaceable.

b. The disadvantages and advantages of rubber

The following are the advantages and disadvantages of natural rubber and synthetic rubber.

The advantages of natural rubber are as follows:

- Natural rubber has perfect elasticity or resilience

- Natural rubber has better plasticity which makes natural rubber easier.

- Natural rubber has a higher wearability than synthetic rubber.

- Natural rubber does not heat easily or is commonly known as low heat build up.

- Natural rubber also has properties that are resistant to cracking or commonly known as groove cracking resistance.

- Is the best type of rubber in terms of chemistry and business.

The disadvantages of natural rubber are as follows:

- Natural rubber is unstable. Both in terms of price and availability. The unstable price of natural rubber is one of the reasons why natural rubber has decreased in demand, both in terms of plantation procurement and its use in industry.

- Not resistant to certain reagents

- Not abrasion resistant


The advantages of synthetic rubber are as follows:

- Can be made according to the desired specifications

- Synthetic rubber has a high adhesion level which means that it adheres well to many surfaces.

- More affordable prices

- Easy to find

- More flexible and soft.

- More efficient. Production of synthetic rubber is faster, thereby reducing production costs

- Resistant to reagents

- Abrasion resistant

The disadvantages of synthetic rubber are as follows:

- Synthetic rubber is less suitable for UV exposure

- Their plasticity is quite low.


c. Thinner and Rubber

In rubber processing, SBP (Special Boiling Point) is useful as a component in the preparation of rubber processing into goods needed. For example, making rubber tires for vehicles. Both natural rubber and synthetic rubber, when processing it to make rubber into goods, it takes a thinner SBP (Special Boiling Point) which has good quality. You can get SBP thinner with good quality and affordable price at CV. Tando Jaya. SBP thinner provided by CV. Tando Jaya has gone through a good process so that it has good quality too. For information and ordering SBP, you can contact us CV. Tando Jaya through the chat page of this website or social media that we have listed. Immediately order Thinner SBP at our place, get attractive promos and prices from us.


d. Rubber in everyday life

Rubber is very useful in everyday life. Generally, rubber is widely used in the industry of various kinds of goods. Generally goods / tools made of rubber are very useful in everyday life, such as:

- Motorcycle / car tires

- Floor mat

- Home furniture

- Shoe soles

- Rubber seal

- Electrical insulation

- Tank linings

- Rubber pipe

- Cable wrapping

- Carrying belt

- Pant belt

- Hairbands

- Catapult

- Sports accessories

And many more.

3 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua