top of page

Ciri Khas Plitur Kayu yang Perlu di Ketahui!

Banyak sekali dari orang memilih menggunakan perabotan serta furniture yang bermaterial kayu. Ini dikarenakan furniture kayu memiliki banyak kelebihan. Salah satu kelebihan kayu adalah memiliki kesan klasik yang dimunculkan sehingga dianggap kuat dan tahan lama. Selain itu penggunaan kayu juga terkenal ramah lingkungan.

Saat memilih material kayu, Anda tidak bisa lepas dari yang namanya plitur. Plitur merupakan proses pewarnaan kayu untuk membuat kayu menjadi tampak rata dan indah. Pewarnaan kayu itu bisa membuat furniture kayu terlihat jauh lebih keren dan menyatu dengan design rumah Anda. Plitur untuk semua furniture kayu dapat membuat kayu terlihat lebih merata dan lebih hidup daripada sebelumnya.

Banyak orang awam yang menyamakan proses plitur kayu dengan pernis kayu, padahal plitur dan pernis memiliki bayak perbedaan. Proses plitur kayu memiliki berbagai ciri khas yang sebenarnya sangat mudah dikenali.


Inilah Rupa–Rupa plitur kayu berdasarkan karakteristiknya berikut ini!


1. Plitur kayu termasuk juga sebagai pengecatan kayu

Seringkali pada proses plitur kayu diaplikasikan sebelum dilakukannya proses pengecatan. Padahal sebearnya, plitur merupakan proses cat kayu itu sendiri hanya saja tampilan yang dihasilkan memiliki manfaat yang berbeda dari cat biasanya.

Plitur berbahan cat dasar oker yaitu tanah yang sudah lunak karena teroksidasi. Oker biasanya menghasilkan beberapa warna, mulai dari kuning, emas, hingga coklat gelap yang menyerupai batang kayu tua.


2. Plitur harus di cairkan dan diencerkan terlebih dahulu

Plitur memiliki sifat yang sangat kental. Karena siftanya yang sanagt kental inilah anda tidak dapat langsung memakai dan menggunakannya. Jika ingin mengaplikasinya plitur pada kayu, dibutuhkan proses pengenceran dan pencairan plitur terlebih dahulu agar bisa digunakan pada material kayu.

Untuk mengencerkan plitur kayu agar siap untuk digunakan tidaklah sulit tetapi tidak juga terbilang mudah.

Berikut akan dijabarkan bagaimana cara mencairkan dan mengencerkan plitur agar tidak mengental lagi.


a. Menggunakan thinner

Thinner digunakan untuk mengencerkan plitur. Proses pengenceran plitur mirip dengan proses pencampuran cat dengan thinner. Thinner yang digunakan untuk plitur ini yaitu thinner. Jika menggunakan thinner, yang digunakan adalah thinner B. Perlu diingat untuk mencampurkan plitur dengan thinner B dibutuhkan thinner B yang berkualitas istimewa. Kami menyediakan thinner B cap Menorah. Untuk infomasi dan pemesanan lebih lanjut, Anda dapat menghubungi laman chat pada website ini atau menghubungi melalui email dan media sosial yang sudah kami cantumkan.


b. Menggunakan spiritus

Selain menggunakan thinner, pada jaman dahulu plitur dienecerkan dengan menggunakan spiritus, tetapi semakin lama penggunaan spiritus sebagai campuran pengencer plitur berkurang karena aroma spiritus yang lebih menyengat daripada thinner sehingga masyarakat lebih memilih menggunakan thinner. Spiritus juga lebih banyak digunakan untuk bahan bakar lampu petromax daripada sebagai pengencer cat dan pengencer plitur.


c. Menggunakan air

Untuk sebagian orang, plitur terkadang dicampur dengan air untuk mengencerkannya. Tetapi proses ini merupakan proses pengenceran yang paling lama daripada menggunakan thinner atau spiritus, karena air yang dijadikan sebagai pelarut tidak memiliki kualitas baik seperti thinner B serta penggunaan air dapat mengurangi tingkat keindahan plitur saat di aplikasikan pada kayu.


3. Plitur tidaklah berbau menyengat seperti cat lainnya.

Sebagian besar orang menghindari menggunakan plitur dengan alasan karena plitur tidak dianggap tidak baik untuk kesehatan terutama bagi kesehatan. Akan terjadi gangguan pernapasan yang dicurigai bisa timbul saat menggunakan plitur padahal yang sebenarnya adalah plitur tidaklah mengganggu kesehatan juga tidak berbau menyengat.

Terkadang bau menyengat yang timbul itu akibat pengaplikasian plitur dengan penggunaan thinner yang terlalu banyak. Bau menyengat tersebut sangat mudah dihilangkan yaitu dengan menaburkan kopi atau garam pada kayu yang telah diplitur sebelumnya.


4. Plitur dengan karakteristiknya yang unik dapat menutupi serat kayu dengan sempurna.

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya bahwa pada dasarnya plitur juga merupakan cat. Sehingga saat diaplikasikan pada kayu, serat serat dari kayu dapat tertutupi dengan sempurna.

Tetapi perlu diperhatikan saat melakukan prose plitur kayu. Jika ingin plitur menutupi serat – serat pada kayu maka pengaplikasiannya harus berlawananan arah dengan serat kayunya, pastikan sebelum melakukan proses plitur kondisi kayu telah diamplas dan dalam kondisi kering agar prosesnya maksimal.


5. Plitur bukanlah pelindung untuk kayu.

Penggunaan dan pengaplikasian plitur tidaklah akan membuat kayu lebih kuat atau lebih tahan lama. Penggunaan plitur lebih difungsikan untuk meratakan warna pada kayu.

Penggunaan plitur kayu mampu menghasilkan warna yang rata dan tampak lebih indah serta bervariasi.


 

Special Features of Wood Plitur Need to Know!


Lots of people choose to use wooden furniture and furniture. This is because wooden furniture has many advantages. One of the advantages of wood is that it has a classic impression that is generated so that it is considered strong and durable. Besides that, the use of wood is also known to be environmentally friendly.

When choosing wood material, you cannot separate from the name plitur. Plitur is the process of staining wood to make wood look flat and beautiful. Wood staining can make wooden furniture look much cooler and blend with your home design. Finishing all wood furniture can make wood look more even and more alive than before.

Many ordinary people equate the process of wood varnish with wood varnish, even though varnish and varnish have many differences. The wood varnish process has various characteristics that are actually very easy to recognize.


These are the wood finishes based on the following characteristics!


1. Wood finish is also included as wood painting

Often the wood plitur is applied prior to the painting process. Whereas in fact, varnish is a wood paint process itself, it's just that the resulting appearance has different benefits from normal paint.

Plitur made from ocher base paint, which is soil that has become soft due to oxidation. Ocher usually produces several colors, ranging from yellow, gold, to dark brown that resemble dark wood stalks.


2. Plitur must be diluted and diluted first

Plitur has a very thick nature. Because of this very thick nature, you cannot immediately use and use it. If you want to apply plitur to wood, you need a process of diluting and melting the plitur first so that it can be used on wood materials.

To thin wood varnish so that it is ready for use is not difficult but it is also not easy.

The following will describe how to thaw and thin the plitur so it doesn't thicken again.


a. Using thinner

Thinner is used to thin the varnish. The process of diluting polish is similar to the process of mixing paint with thinner. The thinner used for this varnish is thinner. If using thinner, use thinner B. Keep in mind that mixing polish with thinner B requires special quality thinner B. We provide thinner B cap Menorah. For further information and reservations, you can contact the chat page on this website or contact via email and social media that we have listed.


b. Using rubbing alcohol

In addition to using thinner, in ancient times, plitur was diluted by using rubbing alcohol, but the longer the use of rubbing alcohol as a mixture to thinner it decreased because the smell of spirit was more pungent than thinner so that people preferred to use thinner. Spiritus is also more widely used as fuel for petromax lamps than as paint thinner and varnish thinner.


c. Use water

For some people, varnish is sometimes mixed with water to thin it out. But this process is the longest dilution process than using thinner or rubbing alcohol, because the water used as a solvent does not have good quality like thinner B and the use of water can reduce the level of beauty of the plaque when applied to wood.


3. Plitur does not smell like other paints.

Most people avoid using plitur on the grounds that plitur is not considered bad for health, especially for health. There will be respiratory problems that are suspected to arise when using plitur even though the truth is that plitur does not interfere with health nor does it smell strong.

Sometimes the pungent odor that arises is the result of applying too much thinner. The pungent odor is very easy to remove by sprinkling coffee or salt on the wood that has been previously polished.


4. The plitur with its unique characteristics perfectly covers the wood grain.

As previously known, basically plitur is also paint. So that when applied to wood, the fibers of the wood can be completely covered.

But it should be noted when doing the wood varnish process. If you want the plitur to cover the fibers in the wood, then the application must be in the opposite direction to the wood fibers, make sure before doing the plitur process that the wood has been sanded and is dry so that the process is maximum.


5. Plitur is not a protector for wood.

The use and application of varnish will not make wood stronger or more durable. The use of plitur is more used to even out the color of the wood.

The use of wood plitur can produce even colors and look more beautiful and varied.

20 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua
bottom of page